Volkanologi dan Eksplorasi Panas Bumi
Semua mahasiswa peserta kuliah Volkanologi dan Eksplorasi Panas Bumi semester II tahun 2008/2009 diharapkan membaca dan mempelajari makalah di bawah ini yg meresumekan hampir semua aspek Geofisika dalam eksplorasi geotermal. Bahan kuliah ini akan didiskusikan dan diujikan pada kuliah-kuliah selanjutnya.
It’s excited,..
selamat sore pak Grandis..
saya mahasiswa Teknik Geofisika angkatan 2008 pak..
salah satu murid bapak pada mata kuliah volkanologi dan juga geolistrik
saya mau menanyakan pak tentang sebuah berita yang mau saya konsultasikan kebenarannya kepada bapak..
ini pak link beritanya http://sains.kompas.com/read/2009/05/28/18081172/ditemukan.gunung.api.raksasa.bawah.laut.sumatera
terima kasih..
Bisa saja hal tsb terjadi karena memang posisinya berada di pertemuan antara 2 lempeng (zona subduksi). Hanya saja perlu penelitian lebih lanjut mengenai karakter atau tingkat aktivitasnya, karena yg ditemukan baru geometrinya saja dari data seismik.
apakah dengan menggunakan seismik semuanya akan teratasi??????????apakah tidak bisa menggunakan metode yang lain???
berarti ukuran dari gunung tersebut belum tentu mempengaruhi tingkat keberbahayaannya ya pak?
lalu apa yang mendasari para peneliti tersebut dapat berspekulasi seperti ini pak?
“Bagaimanapun gunung api bawah laut sangat berbahaya jika meletus” (paragraf 5)
terima kasih sebelumnya pak..
maaf jika mengganggu..
Menurut saya gunung di manapun kalau meletus ya berbahaya, nggak hanya yg di laut. Mungkin gunung yg di laut jadi lebih berbahaya karena tidak memperlihatkan gejala2 yg secara visual terlihat, tahu2 meletus.
Memang berbahaya atau tidaknya gunung tidak bisa hanya dilihat dari ukuran fisik (edifice) yg terlihat di permukaan. Banyak faktor lain yg perlu diperhitungkan.
oiya pak..
memperjelas pertanyaan..
kan begitu banyak gunungapi bawah laut di dunia..
namun kenapa peneliti sampai berkata yang menurut saya agak “berlebihan” seperti itu pak..
dasarnya apa?
apakah dari segi lokasi yang berdekatan ataukah memang dari segi potensi aktivitas karena gunung itu besar?
Sebagai perbandingan, Gunung Berapi terbesar saat ini adalah Gunung Berapi Mauna Loa yang berada di kePulauan Hawaii, AS dengan diameter “hanya” 17 Km dengan tinggi 4000M setara dengan 85% dari pulau Hawaii itu sendiri atau Gunung Berapi Krakatau yang meledak tahun 1883 dengan diameter 11 Km dan tinggi 2000 m , yang ledakannya terdengar sampai Pulau Rodrigues, Afrika,setara dengan 30.000 kali Bom Atom
apakah karena ukuran ini yang menyebabkan gunung ini sampai dicap seperti itu pak?
terima kasih