Skip to content

Volkanologi dan Eksplorasi Panas Bumi

download PDF file

Semua mahasiswa peserta kuliah Volkanologi dan Eksplorasi Panas Bumi semester II tahun 2008/2009 diharapkan membaca dan mempelajari makalah di bawah ini yg meresumekan hampir semua aspek Geofisika dalam eksplorasi geotermal. Bahan kuliah ini akan didiskusikan dan diujikan pada kuliah-kuliah selanjutnya.

Paper by A._Manzella

9 Komentar leave one →
  1. Aldo Jackie permalink
    9 Januari 2010 10:59 am

    It’s excited,..

  2. 19 Februari 2011 5:25 pm

    selamat sore pak Grandis..
    saya mahasiswa Teknik Geofisika angkatan 2008 pak..
    salah satu murid bapak pada mata kuliah volkanologi dan juga geolistrik
    saya mau menanyakan pak tentang sebuah berita yang mau saya konsultasikan kebenarannya kepada bapak..
    ini pak link beritanya http://sains.kompas.com/read/2009/05/28/18081172/ditemukan.gunung.api.raksasa.bawah.laut.sumatera
    terima kasih..🙂

    • 21 Februari 2011 12:08 pm

      Bisa saja hal tsb terjadi karena memang posisinya berada di pertemuan antara 2 lempeng (zona subduksi). Hanya saja perlu penelitian lebih lanjut mengenai karakter atau tingkat aktivitasnya, karena yg ditemukan baru geometrinya saja dari data seismik.

      • ASTI permalink
        30 November 2011 7:23 pm

        apakah dengan menggunakan seismik semuanya akan teratasi??????????apakah tidak bisa menggunakan metode yang lain???

  3. mahardika putra 12308030 permalink
    21 Februari 2011 5:20 pm

    berarti ukuran dari gunung tersebut belum tentu mempengaruhi tingkat keberbahayaannya ya pak?
    lalu apa yang mendasari para peneliti tersebut dapat berspekulasi seperti ini pak?

    “Bagaimanapun gunung api bawah laut sangat berbahaya jika meletus” (paragraf 5)

    terima kasih sebelumnya pak..
    maaf jika mengganggu..🙂

    • 22 Februari 2011 11:09 am

      Menurut saya gunung di manapun kalau meletus ya berbahaya, nggak hanya yg di laut. Mungkin gunung yg di laut jadi lebih berbahaya karena tidak memperlihatkan gejala2 yg secara visual terlihat, tahu2 meletus.

      Memang berbahaya atau tidaknya gunung tidak bisa hanya dilihat dari ukuran fisik (edifice) yg terlihat di permukaan. Banyak faktor lain yg perlu diperhitungkan.

  4. mahardika putra 12308030 permalink
    21 Februari 2011 5:31 pm

    oiya pak..
    memperjelas pertanyaan..
    kan begitu banyak gunungapi bawah laut di dunia..
    namun kenapa peneliti sampai berkata yang menurut saya agak “berlebihan” seperti itu pak..
    dasarnya apa?
    apakah dari segi lokasi yang berdekatan ataukah memang dari segi potensi aktivitas karena gunung itu besar?

    Sebagai perbandingan, Gunung Berapi terbesar saat ini adalah Gunung Berapi Mauna Loa yang berada di kePulauan Hawaii, AS dengan diameter “hanya” 17 Km dengan tinggi 4000M setara dengan 85% dari pulau Hawaii itu sendiri atau Gunung Berapi Krakatau yang meledak tahun 1883 dengan diameter 11 Km dan tinggi 2000 m , yang ledakannya terdengar sampai Pulau Rodrigues, Afrika,setara dengan 30.000 kali Bom Atom

    apakah karena ukuran ini yang menyebabkan gunung ini sampai dicap seperti itu pak?

    terima kasih🙂

Trackbacks

  1. Kuliah Semester 2 tahun 2009/2010 « Geofisika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: